NAMA :ALVIN MAWARDINI
KELAS : X TITL 2
NO ABSEN : 1
TUGAS PERTAMAA
GAMBAR POSTER BHINEKA TUNGGAL IKA
15 MARET 2020
Ini gambar posternya
poster by Alvin Mawardini
baguss kan bu siti
penuh perjuangan bu gambarnya 😅
TUGAS KE DUAA
15 MARET 2020
RINGKASAN MATERI
BAB 7 BUDAYA POLITIK DI INDONESIA
Pengertian Budaya Politik
Budaya politik adalah pandangan politik yang banyak mempengaruhi sikap,orientasi,ataupun pilihan politik seseorang. Budaya politik akan lebih mengutamakan dimensi psikologis daripada suatu sistem politik, yakni sikap, sistem kepercayaan, simbol yang akan dimiliki individu atau yang akan dilaksanakannya dalam masyarakat. Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat,atauupun norma kebiasaan yang akan dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat juga di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang akan memiliki kesadaran untuk dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif maupun penentuan kebijakan publik untuk masyarakat pada keseluruhnya.
Macam-Macam Budaya Politik
1. Budaya Politik Parokial
Pengertian budaya politik Parokial merupakan suatu budaya yang dimana terdapat tingkat partisipasi politik masyarakatnya yang masih sangat rendah. Tipe political culture yang satu ini sering ditemukan di masyarakat tradisional yang sifatnya sederhana.
Menurut Moctar Masoed atau Colin Mc. Andrew, politik Parokial akan terjadi karena masyarakat yang tidak akan mengetahui atau tidak akan menyadari tentang adanya pemerintahan atau sistem politik.
Ciri-ciri politik Parokial adalah sebagai berikut:
- Ruang lingkupnya kecil atau sempit.
- Masyarakatnya apatis.
- Pengetahuan masyarakat tentang politik masih sangat rendah.
- Masyarakat cenderung tidak perduli dan menarik diri dari wilayah politik.
- Masyarakatnya sangat jarang sekali berhadapan dengan adanya sistem politik.
- Rendahnya kesadaran masyarakat tentang adanya pusat kewenangan maupun kekuasaan di suatu negara tersebut.
2. Budaya Politik Kaula/ Subjek
Budaya politik Kaula ataupun Subjek merupakan suatu budaya yang dimana masyarakatnya cenderung lebih maju di bidang ekonomi ataupun sosial. Meskipun masyarakatnya masih relatif biasa, namun sudah mengerti tentang adanya sistem politik serta mudah patuh terhadap undang-undang atau para aparat pemerintahan.
Adapun Ciri-ciri plitik Kaula/ Subjek adalah:
- Adanya kesadaran penuh masyarakatnya terhadap otoritas pemerintahan.
- Masyarakatnya masih terdapat bersikap biasa terhadap politik.
- Beberapa warga masih akan memberikan masukan atau permintaan terhadap pemerintah, namun telah mau menerima aturan dari pemerintah.
- Masyarakatnya mau menerima keputusan yang tidak dapat dikoreksi maupun ditentang.
- Masyarakatnya telah sadar maupun memperhatikan sistem politik umum dan khusus pada objek output,lalu sedangkan kesadaran pada input atau sebagai aktor -politik masih cukup rendah.
3. Budaya Politik Partisipan
Budaya Politik Partisipan merupakan suatu budaya yang dimana masyarakatnya telah memiliki kesadaran yang tinggi dalam tentang suatu sistem politik, struktur proses politik,maupun administratif.
Ciri-ciri politik Partisipan yakni:
- Adanya kesadaran masyarakatnya tentang hak ataupun tanggungjawab terhadap kehidupan berpolitik.
- Masyarakatnya tidak akan langsung menerima keadaan, namun banyak memberikan penilaian secara sadar terhadap objek-objek politik.
- Kehidupan politik yang di tengah-tengah masyarakat berperan sebagai sarana transaksi.
- Masyarakatnya telah memiliki kesadaran yang tinggi sebagai warga negara yang aktif dalam berperan dalam politik.
Tujuan Politik
Mengacu pada definisi politik di atas, maka kita dapat mengetahui apa tujuan politik. Berikut ini adalah beberapa tujuan politik pada umumnya:
- Untuk dapat mengupayakan agar kekuasaan di masyarakat atau pemerintahan juga dapat diperoleh, dikelola, maupun dapat diterapkan sesuai dengan norma hukum yang berlaku.
- Untuk dapat mengupayakan agar kekuasaan yang ada di masyarakat maupun pemerintah dapat memperoleh, mengelola, atau menerapkan demokrasi secara keseluruhan.
- Untuk dapat mengupayakan penerapan atau pengelolaan politik di masyarakat maupun pemerintahan sesuai dengan kerangka mempertahankan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ciri-Ciri Umum Budaya Politik
Rusadi Kantaprawira akan memberikan gambaran tentang ciri-ciri budaya politik Indonesia, yakni:
- Konfigurasi subkultur di Indonesia masih beraneka ragam. Keanekaragaman subkultur ini akan ditanggulangi berkat usaha pembangunan bangsa (nation building) maupun pembangunan karakter (character building).
- Budaya politik Indonesia juga akan bersifat parokial-kaula di satu pihak atau budaya politik partisipan di lain pihak. Masyarakat bawah masih banyak ketinggalan dalam menggunakan hak atau dalam memikul tanggung jawab politiknya. Hal ini tersebut akan disebabkan oleh adanya isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, serta ikatan primordial.lalu Sedangkan kaum elit politik yang sungguh-sungguh merupakan merupakan partisipan yang aktif. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh pendidikan yang modern.
- Sifat ikatan primordial yang masih berurat atau berakar yang juga dikenal melalui indikator yang berupa sentimen kedaerahan, kesukuan, keagamaan, perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu, puritanisme maupun nonpuritanisme,atau yang lain-lain. Di samping itu, salah satu petunjuk yang masih berdirinya ikatan tersebut dapat dilihat dari pola budaya politik yang tercermin dalam struktur vertikal masyarakat di mana usaha gerakan kaum elit yang langsung mengeksploitasi dan menyentuh substruktur sosial maupun subkultur untuk tujuan perekrutan dukungan.
- Kecenderungan budaya politik Indonesia yang masih mengukuhi sikap paternalisme atau sifat patrimonial. Sebagai indikatornya dapat juga disebutkan antara lain, sikap asal bapak senang. Di Indonesia, budaya politik tipe parokial kaula lebih banyak mempunyai keselarasan untuk dapat tumbuh dengan persepsi masyarakat terhadap objek politik yang akan menyandarkan atauun menundukkan diri pada proses output dari penguasa.
- Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala adanya konsekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama akan berakar sebagai tradisi dalam masyarakat.
Fungsi Budaya Politik
Adapun fungsi budaya politik yang diantaranya yaitu:
- Budaya politik sangat dalam peranannya yang dalam bidang pembangunan suatu negara.
- Budaya politik dari masyarakat nan partisipan merupakan salah satu hal yang penting.
- Dengan budaya politik maka akan bisa mengetahui sikap-sikap dari warga negara terhadap sistem politik.
- Pemahaman budaya politik atau hubungannya dengan sistem politik adanya maksud individu dalam adanya melakukan kegiatannya didalam sistem politik maupun faktor-faktor apa saja – bisa akan menyebabkan hal tersebut dapat terjadi adanya pergeseran politik akan lebih mudah dapat dipahami maupun dimengerti.
- Fungsi budaya politik nan paling primer adalah bisa disediakannya indikator serta instrumen buat warga negara tentang cara bagaimanakah seharusnya proses politik nan demokratis bisa akan berlangsung
Budaya Politik Di Indonesia
Budaya politik yang ada di Indonesia adalah perwujudan dari sebuah nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia sebagai tuntunan kegiatan-kegiatan berpolitik kenegaraan. Sesudah era reformasi sebagian masyarakat menyebut Indonesia sudah menggunakan budaya Politik partisipan sebab telah bebasnya Demokrasi, partisipatifnya masyarakat menjadi tidak tunduk dari keputusan atau kinerja pemerintah baru.
Ketika terjadinya era orde baru demokrasi telah dikekang, baik dalam bentuk media dikontrol dan diawasi oleh pemerintah lewat departemen penerangan supaya tidak mempublikasikan kebobrokan pemerintah. Saat ini budaya politik di Indonesia ialah campuran dari parokial, kaula serta partisipan sebab di Indonesia ada ciri-ciri parokial dan juga ciri-ciri budaya politik partisipan.
RINGKASAN MATERI
BAB 8 DESENTRALISASI ATAU OTONOMI DAERAH DALAM NKRI
DESENTRALISASI
a) Pengertian Desentralisasi
1. Menurut Bahasa
Istilah desentralisasi berasal dari Bahasa Belanda, yaitu de yang berarti lepas, dan centerum yang berarti pusat. Dengan demikian, desentralisasi adalah sesuatu hal yang terlepas dari pusat.
2. Menurut Kelompok Anglo Saxon
Penyerahan wewenang dari pemerintah pusat, baik kepada para pejabat pusat yang ada di daerah yang disebut dengan dekonsentrasi maupun kepada badan-badan otonom daerah yang disebut devolusi.
3. Menurut Kelompok Kontinental
Desentralisasi dibedakan menjadi dua bagian yaitu desentralisasi jabatan atau dekonsentrasi dan desentralisasi ketatanegaraan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan desentralisasi pada dasarnya adalah suatu proses penyerahan sebagian wewenang dan tanggung jawab dari urusan yang semula adalah urusan pemerintah pusat kepada badan-badan atau lembaga-lembaga pemerintah daerah agar menjadi urusan rumah tangganya sehinggga urusan-urusan tersebut beralih kepada daerah dan menjadi wewenang serta tanggung jawab pemerintah daerah.
b) Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi
1. Kelebihan desentralisasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Struktur organisasi yang didesentralisasikan merupakan pendelegasian wewenang dan mempe-ringan manajemen pemerintah pusat.
2) Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintahan.
3) Dalam menghadapi permasalahan yang amat mendesak, pemerintah daerah tidak perlu menunggu instruksi dari pusat.
4) Hubungan yang harmonis dapat ditingkatkan dan meningkatkan gairah kerja antara pemerintah pusat dan daerah.
5) Peningkatan efisiensi dalam segala hal, khususnya penyelenggara pemerintahan baik pusat maupun daerah.
6) Dapat mengurangi birokrasi dalam arti buruk karena keputusan dapat segera dilaksanakan.
7) Bagi organisasi yang besar dapat memperoleh manfaat dari keadaan di tempat masing-masing.
8) Sebelum rencana dapat diterapkan secara keseluruhan maka dapat diterapkan dalam satu bagian tertentu terlebih dahulu sehingga rencana dapat diubah.
9) Risiko yang mencakup kerugian dalam bidang kepegawaian, fasilitas, dan organisasi dapat terbagi-bagi.
10) Dapat diadakan pembedaan dan pengkhususan yang berguna bagi kepentingan-kepentingan tertentu.
11) Desentralisasi secara psikologis dapat memberikan kepuasan bagi daerah karena sifatnya yang langsung.
2. Adapun kelemahan desentralisasi, di antaranya adalah sebagai berikut :
1) Besarnya organ-organ pemerintahan yang membuat struktur pemerintahan bertambah kompleks dan berimplikasi pada lemahnya koordinasi.
2) Keseimbangan dan kesesuaian antara bermacam-macam kepentingan daerah dapat lebih mudah terganggu.
3) Desentralisasi teritorial mendorong timbulnya paham kedaerahan.
4) Keputusan yang diambil memerlukan waktu yang lama karena memerlukan perundingan yang bertele-tele.
5) Desentralisasi memerlukan biaya yang besar dan sulit untuk memperoleh keseragaman dan kesederhanaan.
B. OTONOMI DAERAH
a) Pengertian Otonomi Daerah
1. Menurut J.Wajong
Otonomi daerah sebagai kebebasan untuk memelihara dan memajukan kepentingan khusus dengan keuangan sendiri, menentukan hukum dan pemerintahan sendiri. Sedangkan Ateng Syarifuddin menyebutkan otonomi daerah sebagai kebebasan atau kemandirian, tetapi bukan kemerdekaan. Hanya saja sebentuk kebebasan yang terbatas atau kemandirian itu adalah wujud pemberian kesempatan yang harus dipertanggung jawabkan.
2. Menurut CJ. Franseen
Otonomi sebagai hak untuk mengatur urusan-urusan daerah setempat dan menyesuaikan peraturan-peraturan yang sudah dibuat.
3. UU Nomor 5 tahun 1974
otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku akan tetapi Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 mengatakan, otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri, berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Dari berbagai berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa otonomi daerah keleluasan dalam bentuk hak dan wewenang serta kewajiban dan tanggungjawab badan pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus rumahtangga daerahnya sebagai manifestasi dari desentralisasi atau devolusi.
b) Landasan Hukum Penetapan Otonomi Daerah Di Indonesia
1. UUD 1945 Pasal 18 ayat (1)
2. Tap MPR-RI No. XV/MPR/1998
3. UU no. 12 Tahun 2008
c) Nilai, Dimensi, dan Prinsip Otonomi Daerah di Indonesia
a) Nilai
1. Nilai Unitaris, yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintahan lain di dalamnya yang bersifat negara (Eenheidstaat), yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia tidak akan terbagi di antara kesatuan-kesatuan pemerintahan
2. Nilai Dasar Desentralisasi Teritorial, yang bersumber dari isi dan jiwa Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Berdasarkan nilai ini pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.
b) Dimensi
1. Dimensi Politik, Kabupaten/Kota dipandang kurang mempunyai fanatisme kedaerahan sehingga risiko gerakan separatisme dan peluang berkembangnya aspirasi federalis relatif minim.
2. Dimensi Administratif, penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat relatif dapat lebih efektif.
3. Kabupaten/Kota adalah daerah "ujung tombak" pelaksanaan pembangunan sehinggaKabupaten/Kota-lah yang lebih tahu kebutuhan dan potensi rakyat di daerahnya.
c) Prinsip
1. Nyata, otonomi secara nyata diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi obyektif di daerah;
2. Bertanggung jawab, pemberian otonomi diselaraskan/diupayakan untuk memperlancar pembangunan di seluruh pelosok tanah air;
3. Dinamis, pelaksanaan otonomi selalu menjadi sarana dan dorongan untuk lebih baik dan maju
RINGKASAN MATERI
BAB 9 INTEGRASI NASIONAL
Pengertian Integrasi Nasional
Integrasi nasional berasal dari dua kata, yaitu “Integrasi” dan “Nasional”. Integrasi berasal dari bahas inggris, Integrate artinya menyatupadukan, menggabungkan, mempersatukan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Integrasi artinya pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Kata Nasional berasal dari bahasa Inggris, nation yang artinya bangsa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Realitanya, integrasi nasional dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu:- Aspek politik (integrasi politik)
- Aspek ekonomi (integrasi ekonomi yaitu saling ketergantungan ekonomi antardaerah yang bekerja sama secara sinergis)
- Aspek sosial budaya (integrasi sosial budaya, hubungan antarsuku, antarlapisan dan antargolongan)
Secara umum integrasi nasional mencerminkan proses persatuan orang-orang dari berbagai wilayah yang berbeda atau memiliki perbedaan.
Perbedaan itu antara lain etnis, sosial budaya, maupun latar belakang ekonomi, menjadi satu bagsa (nation) terutama karena pengalaman sejarah dan politik yang relatif sama.
Dalam menjalani proses pembentukan sebagai satu bangsa, beragam suku bangsa ini mencita-citakan suatu masyarakat baru yaitu sebuah masyarakat politik yang dibayangkan (imagined political community).
Masyarakat politik yang dibayangkan adalah yang akan memiliki rasa persaudaraan dan solidaritas yang kental, memiliki identitas kebangsaan dan wilayah kebangsaan yang jelas serta memiliki kekuasaan kebangsaan
Integritas Secara Politis
Integrasi secara politis berarti penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
Integritas Secara Antropologis
Integrasi secara antropologis berarti proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya.
Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Kita ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.
Konsep Integrasi Nasional
konsep integrasi nasional terbagi secara vertikal dan secara horizontal, yaitu :
- Konsep integrasi nasional secara vertikal mencakup bagaimana mempersatukan rakyat dengan pemerintah yang hubungannya terintegral secara vertikal. Konsep ini juga mencakup bagaimana menyatukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
- Konsep Integrasi Nasional secara horizontal mencakup bagaimana menyatukan rakyat Indonesia yang tingkat kemajemukannya cukup tinggi. Bagaimana membangun identitas kebangsaan yang sama meskipun masyarakat memiliki jati diri golongan, agama, etnis dan lain lain yang berbeda.
Syarat-Syarat Integritas
Berikut dibawah ini merupakan syarat intergritas, yaitu :
- Anggota masyarakat merasa bahwa mereka semua berhasil untu saling mengisi kebutuham – kebutuhan yang satu dengan yang lainnya.
- Terciptanya kesepaatan bersama mengenai norma-norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan di jadikan sebagai pedoman.
- Norma-norma dan nilai-nilai sosial yang di jadikan aturan yang baku dalam melangsungkan proses integrasi.
Sedangkan menurut Sunyoto Usman syatar integrasi adalah sebagai berikut
- Masyarakat dapat menentukan dan menyepakati nilai-nilai fundamental yang dapat dijadikan rujukan bersama.
- Masyarakat terhimpun dalam unit sosial sekaligus memiliki croos cutting loyality.
- Masyarakat saling ketergantungan di antara unit-unit sosial yang terhimpun di dalamnya, dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.
Faktor-Faktor Pembentuk Integrasi Nasional
- Adanya faktor sejarah sebagai nasib bangsa terjajah.
- Rasa cinta tanah air dari warga negara.
- Keinginan untuk bersatu sesuai dengan peristiwa sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
- Adanya kesepakatan dan konsesus nasional berupa lagu kebangsaan dan bendera.
Faktor-faktor penghambat Integrasi Nasional
- Adanya ancaman dari luar seperti terorisme
- Kondisi masyarakat yang heterogen menjadikan Negara susah untuk di integrasi
- Kurang meratanya pembangunan menyebabkan beberapa daerah merasa saling iri.
- Adanya faktor dalam yang bias memecah belah beberapa wilayah
- Wilayah suatu Negara yang terlalu luas.
Contoh Integritas Nasional
- Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta oleh Pemerintah Republik Indonesia yang diresmikan pada tahun 1976. Di kompleks Taman Mini Indonesia Indah terdapat anjungan dari semua propinsi di Indonesia (waktu itu ada 27 provinsi). Setiap anjungan menampilkan rumah adat beserta aneka macam hasil budaya di provinsi itu, misalnya adat, tarian daerah, alat musik khas daerah, dan sebagainya.
- Sikap toleransi antarumat beragama, walaupun agama kita berbeda dengan teman, tetangga atau saudara, kita harus saling menghormati.
- Sikap menghargai dan merasa ikut memiliki kebudayan daerah lain, bahkan mau mempelajari budaya daerah lain, misalnya masyarakat Jawa atau Sumatra, belajar menari legong yang merupakan salah satu tarian adat Bali. Selain anjungan dari semua propinsi di Indonesia, di dalam komplek Taman Mini Indonesia Indah juga terdapat bangunan tempat ibadah dari agama-agama yang resmi di Indonesia, yaitu masjid (untuk agama Islam), gereja (untuk agama Kristen dan Katolik), pura (untuk agama Hindu) dan wihara (untuk agama Buddha). Perlu diketahui, bahwa waktu itu agama resmi di Indonesia baru 5 (lima) macam.
TUGAS KE TIGA
MENGERJAKAN SOAL TENTANG ANCAMAN
Yang linke.ilang
SOAL
Ancaman terhadap keutuhan NRI tidak selalu berbentuk fisik/militer,tetapi juga nonfisok/nonmiliter.Silahkan analisis,mengapa hal dibawah ini dapat menjadi ancaman terhadap keutuhan NRI yaitu
1. Radikalisme
2.Liberalisme
3.Sikap acuh
4.Ciber Crime
5.Wabah penyakit (covid 19 corona)
berikan alasannya masing*.
JAWAB
1.Paham radikal menjadi sangat bermasalah di Indonesia karena berusaha memaksakan kehendak kepada semua orang untuk mendirikan negara atas dasar agama tertentu. Padahal, masyarakat Indonesia terdiri atas berbagai macam agama dan suku yang sangat majemuk.
Pemaksaan kehendak itu tidak sejalan dengan semangat ideologi bangsa yang mengayomi semua identitas di Indonesia. Dengan kondisi masyarakat yang seperti ini, akan lebih baik bila setiap elemen bangsa menerima adanya perbedaan identitas kemudian bisa saling bertoleransi.
2.Dalam liberalisme budaya, paham ini menekankan hak-hak pribadi yang berkaitan dengan cara hidup dan perasaan hati. Liberalisme budaya secara umum menentang keras campur tangan pemerintah yang mengatur sastra, seni, akademis, perjudian, seks, pelacuran, aborsi, keluarga berencana, alkohol, ganja, dan barang-barang yang dikontrol lainnya. Belanda, dari segi liberalisme budaya, mungkin negara yang paling liberal di dunia.
3.karena jika semua warga Indonesia memiliki sikap acuh kepada sesama manusia mungkin negara akan hancur karena tidak ada orang yang peduli kepada orang lain atas apa yang terjadi pada orang tersebut,bahkan saat ada seseorang yang sakit atau terkena musibah pun orang lain tidak akan peduli.
4. Cyber Crime yang memiliki arti bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet. Dapat juga didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi.The Prevention of Crime and The Treatment of Offlenderes di Havana, Cuba pada tahun 1999 dan di Wina, Austria tahun 2000, menyebutkan ada 2 istilah yang dikenal:
Cybercrime dalam arti sempit disebut computer crime, yaitu prilaku ilegal / melanggar yang secara langsung menyerang sistem keamanan komputer dan data yang diproses oleh komputer.
Cybercrime dalam arti luas disebut computer related crime, yaitu prilaku ilegal/ melanggar yang berkaitan dengan sistem komputer atau jaringan.
5.karena ekonomi seseorang akan menurun dan ekonomi negara juga menjadi yidak karuan karena membutuhkan dana yang sangat besar untuk menghadapi wabah penyakit covid 19.
TUGAS KE EMPAT
6 APRIL 2020
MENGERJAKAN SOAL COVID 19
6 April 2020
SOAL
1. Atas pendemi covid 19 ini menjadi suatu ancaman bagi kesehatan ,ekonomi, kestabilan nasional dll.Menurut anda sebenarnya ancaman yang paling berpengaruh atas terjadinya musibah pandemi covid 19 ini apa aja.berikan contohnya?
2. Dan berdampak apa saja di kehidupan
~di.pribadi anda
~ keluarga
~masyarakat
3. Serta apa saja yangg harus.kalian lakukan agar bisa.meminimalisir pandemi ini
4. Dan apakah kesadaran diri begitu sangat penting untuk menangani ancaman covid 19 ini yang sudah menyebar keseluruh dunia dan.apakah dampak.ketidaksadaran manusia?
JAWABAN
1.Pandemi COVID-19 tak cuma memengaruhi kesehatan mental masyarakat umum. Kebijakan pembatasan fisik membikin banyak orang harus beraktivitas tak sebagaimana biasa. Akibat “dirumahkan" banyak masyarakat mulai merasakan penat. Di tingkat kelompok yang lebih tua, kebijakan ini juga berdampak pada penurunan kognitif/demensia, menjadikan mereka lebih mudah cemas, marah, stres, dan gelisah ,perokonimian menurun dan keuangan menipis
2 dampak.bagi
1. pribadi=
#tidak bisa masuk sekolah
#uang saku yang tidak ada Boke
#Boros kuota karena buat belajar online daring
#Kurang memahami pelajarannya
#bosen.dirumah karena tidak ketemu teman.teman danguru di sekolah
2. Keluarga
-daya beli pangan menurun
-tidak bisa bayar cicilan ke bank dg tepat
-uang yang menipis
- Pekerjaan jadi tertunda
3. Masyarakat
-tidak bisa berkumpul lagi
-saling mencurigai kalo tetangganya sakit
-produksi:biaya prduksi banyak yang mengurang karna stock mulai berkurang
-distribusi:distribusi mengurang karna banyak yang takut medistribusikan
-konsumsi:konsumsi berkurang karna bahan-bahan banyak yang diborong sampai habis
3. Memanalisir pandemi covid 19
-Kita harus menjaga kesehatan setiap hari
-Sering sering cuci tangan
-Mandi 2 kali sehari
-Makan makanan yang bergisi
-Jaga kebersian
-Tidak keluar rumah jika tidak penting
-hindari kerumunan banyak orang
-memakai.masker.jika.berpergian
4 Kesadaran diri itu.lebih penting karena kalo kita tidak menyadari adanya covid 19 kita akan jatuh sakit dan kalo kita melanggar peraturan pemerintah tentang untuk jangan pergi keluar rumah maka kita bisa saja kena virus corona .
TUGAS KE LIMA
7 APRIL 2020
MENGERJAKAN SOAL.WAWASAN NUSANTARA
Soal
1.) Jelaskan pengertian wawasan nusantara.
=>●Wawasan nusantara berasal dari dua kata yaitu “wawasan” dan “nusantara. Secara harfiah kata wawasan berarti pandangan, penglihatan, tinjauan atau tanggap inderawi. Sementara itu, kata nusantara merupakan suatu kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak dinatara Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia serta antara Benua Asia dan Australia.
●wawasan nusantara bisa diartikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya sesuai dengan ide nasional yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945.Yang merupakan hasil aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, bermartabat, dan berdaulat serta tetap menjiwai tata hidup dan tindakan kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional.
● wawasan nusantara adalah cara pendang yang utuh serta menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional yang tanpa menghilangkan kepentingan kelompok, individu, dan daerah.
2.) Sebutkan dan jelaskan asas-asas dalam konsep wawasan nusantara.
=>1. KEPENTINGAN YANG SAMA
Penyelenggaraan wawasan nusantara harus didasari dengan rasa kepentingan yang sama untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional.
2. KEADILAN
Untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional tidak boleh merugikan pihak tertentu maupun mengutamakan kepentingan kelompok atau golongan sendiri. Seperti halnya itu harus tercermin ketika kita melakukan pergaulan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3. KEJUJURAN
Dalam menjalankan wawasan nusantara harus didasari sifat dan sikap yang jujur. Artinya untuk mencapai suatu tujuan nasional semua komponen bangsa Indonesia harus berani berpikir, berkata, dan bertindak sesuai dengan kenyataan yang ada serta sesuai dengan ketentuan yang benar adanya.
4. SOLIDARITAS
Rasa setia kawan atau solidaritas bisa menjadi kekuatan tersendiri untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional. Seperti halnya rela berkorban dan saling memberi antar sesama menjadi contoh sikap solidaritas dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
5. KERJASAMA
Asas ini sangat penting untuk menjalankan wawasan nusantara sehingga bisa mewujudkan tujuan bersama dan cita-cita nasional. Sebab kebersamaan dan gotong royong ini akan memudahkan serta meringankan suatu pekerjaan termasuk dalam menghadapi tantangan terhadap implementasi wawasan nusantara.
6. KESETIAAN
Asas ini sangat penting ketika kita sudah membuat kesepakatan bersama untuk mencapai tujuan nasional yang menjadi dasar untuk memenuhi kesepakatan tersebut dengan berbagai usaha.
3.) Tuliskan dan jelaskan unsur-unsur dasar konsep wawasan nusantara.
=> 1. WADAH
Wawasan nusantara menjadi wadah kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara yang meliputi semua wilayah Indonesia yang mempunyai kekayaan alam serta penduduk yang beragam. Indonesia sebagai negara mempunyai lembaga dan organisasi kenegaraan yang menjadi wadah warga untuk bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. ISI
Wawasan nusantara merupakan menjadi aspirasi bagi bangsa Indonesia serta merupakan cita-cita juga tujuan nasional suatu bangsa dan negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mencapai cita-cita dan tujuan tersebut bangsa Indonesia harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia di tengah keragaman budaya, sosial, politik, dan ekonomi hingga hankam.Demikian unsur wawasan nuasantara yang itu berupa isi aspirasi bangsa untuk mencapai tujuan nasional.
3. TINGKAH LAKU
Kedua unsur wawasan nusantara di atas kemudian digabungkan menjadi suatu tingkah laku untuk mewujudkan cita-cita serta tujuan nasional. Secara umum tingkah laku dalam wawasan nusantara terdiri dari dua hal yaitu laku batiniyah dan laku lahiriyah.Laku batiniyah merupakan cerminan jiwa, semangat, serta mentalitas yang baik dari suatu bangsa untuk mencapai tujuan dan cita-cita. Sementara itu, laku lahiriyah merupakan cerminan tindakan, perilaku, serta perbuatan suatu bangsa untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Demikian, kedua laku tersebut harus bisa berjalan dengan baik secara bersama-sama agar tercipta keseimbangan dalam pengamalan wawasan nusantara.
4.) Tuliskan fungsi dari wawasan nusantara.
=> Wawasan nusantara mempunyai beberapa fungsi dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Diantaranya adalah fungsi pedoman, motivasi, rambu-rambu dalam mengambil kebijakan, keputusan, tindakan hingga perbuatan. wawasan nusantara merupakan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab dengan mengetahui banyak tentang kebangsaan dan kenegaraan Indonesia ini bisa membuat warga Indonesia mengerti tentang keragaman bangsa, kekayaan, dan sejarah panjang Indonesia yang bisa menjadi pembelajaran di kemudian hari. Wawasan nusantara mempunyai fungsi sebagai motivasi atau dorongan bagi bangsa Indonesia untuk tetap mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi mengingat perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa dulu yang berjuang demi kemerdekaan serta kesatuan bangsa Indonesia. Selain itu juga sebagai motivasi bagi generasi bangsa untuk terus berkaryadan berinovasi dengan memanfaatkan peluang dan sumber daya alam yang begitu melimpah dengan sebaik mungkin. Hal itu pastinya juga harus didasari dengan batasan tertentu serta tetap mengutamakan kebutuhan dan kepentingan bangsa dan negara. Wawasan nusantara berfungsi sebagai rambu-rambu dalam mengambil kebijakan, keputusan, serta tindakan karena memang sejarah panjang menuju Indonesia yang merdeka dan bersatu terdapat banyak sekali hal dan kejadian yang bisa menjadi pembelajaran bangsa Indonesia. Demikian pula dengan kondisi geografis yang strategis ini bisa menjadi acuan dalam merencanakan suatu strategi politik dan geostrategi. Mengingat kondisi geografis yang strategis tidak serta merta membawa keuntungan salalu bagi negara Indonesia karena juga ada beberapa hal yang bisa menjadi ancaman bagi kedaulatan wilayah Indonesia khususnya dari luar.
5.) Bagaimana latar belakang terbentuknya wawasan nusantara dalam konteks NKRI? Dan apa yang terjadi jika Indonesia tidak memiliki konsep nusantara.
=>Kemunculan konsep dan pemikiran wawasan nusantara disebabkan banyak hal diantaranya adalah geografis, geopolitik, geostrategi, historis dan yuridis formal. Jadi, wawasan nusantara bukan muncul begitu saja sejak setelah Indonesia merdeka karena memang konsep dan pemikiran ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk memberi pengertian bagi bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Secara geografis Indonesia merupakan negara yang besar, dimana memiliki sekitar 17.000 pulau baik kecil maupun besar. Pulau yang begitu banyaknya ada yang dihuni oleh penduduk dan ada pula yang tidak dihuni penduduk. Penduduk Indonesia juga memiliki keragaman suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Penduduk Indonesia yang begitu banyaknya akan membawa dampak baik bagi negara Indonesia dengan pembinaan dan pengembangan yang baik dan strategis. Keterjaminan akan pendidikan dan kesehatan menjadi kunci sukses dalam pengembangan sumber daya manusia yang baik. Dengan demikian sumber daya manusia yang dimiliki kemudian bisa memberi manfaat bagi perkembangan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Selain itu juga Indonesia mempunyai kekayaan alam yang begitu banyak dan melimpah seperti tambang, perkebunan, tanah pertanian, dan masih banyak lagi. Itu semua tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sangat bermanfaat untuk kehidupan warga dan negara Indonesia. Kekayaan alam Indonesia yang lainnya adalah flora dan fauna yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia. beberapa flora dan fauna tersebut ada yang bersifat endemik, sehingga hanya ada dan hidup di suatu tempat saja di Indonesia. Oleh sebab itu, ada flora dan fauna yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah agar tidak punah karena jumlahnya yang terbatas, bahkan semakin sedikit. Demikian Indonesia sebenarnya bukan hanya tentang kekayaan alam dan manusia saja namun juga kedaulatan dan keutuhan bangsa. Oleh sebab itu bangsa Indonesia harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Berdasarkan aspek historis wawasan nusantara masih berkaitan dengan pengalaman sejarah Indonesia sejak masa kerajaan hingga kemerdekaan. Mengingat dulu ada banyak kerajaan yang berdiri di wilayah Indonesia, seperti Kerajaan Majapahit. Dari kerajaan Majapahit ini muncul nama nusantara yang mencakup seluruh wilayah yang Indonesia sekarang dan sekitarnya termasuk Malaysia dan Singapura yang menjadi wilayah kekuasaan Majapahit. Kemudian nama nusantara ini menjadi suatu konsep kewilayahaan hingga sekarang meskipun kini cakupannya sudah berbeda lagi. Sejak saat itu nilai-nilai persatuan mulai muncul hingga kemudian masa kolonialisme itu membuat rasa persatuan dan kesatuan menjadi lebih erat. Bukan hanya terjadi di kalangan tertentu saja namun juga berbagai kelompok, suku, dan semua lapisan masyarakat Indonesia. Penguatan nilai persatuan bertujuan untuk melawan kolonialisme bangsa Eropa yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. Hingga akhirnya bangsa Indonesia bisa meraih kemerdekaan setelah sekian lama menjadi objek kolonialisme. Hal itu kemudian patut untuk dijadikan sebagai pembelajaran dalam memperkuat persatuan baik antar suku bangsa Indonesia maupun kedaulatan wilayah Indonesia.
Dan apabila Indonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara maka akan terjadinya disintegrasi nasional. Mengapa karena integrasi dan wawasan nusantara saling berkaitan,yg fungsinya sama-sama ingin memperkuat wilayah NKRI
indonesia akan kacau. para pndduk indonesia akan di jajah oleh negara lain..
TERIMA KASIH ITU SUDAH SAYA KERJAKAN SEMUA JANGAN LUPA DI BACA ITU TUGAS PKN.😂😂😂